Mengenal Jenis-jenis Usaha Percetakan

Jenis Usaha Percetakan yang Perlu Anda ketahui

Usaha atau bisnis percetakan merupakan salah satu dari sekian banyak bisnis yang sangat menjanjikan. Betapa tidak, karena percetakan menjadi hal yang sulit dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari sejak dahulu hingga saat ini. Produk percetakan hampir setiap hari kita jumpai, seperti buku, majalah, surat kabar, undangan, brosur, kartu nama, kemasan, dan masih banyak lagi. 

Percetakan secara kata memiliki arti yang sangat luas dan tidak semua orang mengetahuinya, meskipun produk percetakan melingkupi kehidupan sehari-hari. Karena itu tidak ada salahnya mengetahui jenis-jenis usaha percetakan untuk menambah wawasan atau juga untuk kepentingan bisnis.

Jenis-jenis Usaha Percetakan 

Beberapa jenis usaha percetakan bisa di kelompokkan atau dikategorikan sebagaimana berikut. 


1. Sablon

gambar : google.com

Sablon  merupakan teknik mencetak secara manual di atas screen yang diberi tinta dan media yang dicetak bisa berbahan kain, kertas, maupun plastik. Proses sablon awalnya dilakukan menggunakan tenaga manusia atau secara manual, namun dengan berkembangnya teknologi proses sablon dapat dilakukan menggunakan mesin khususnya jika desain yang akan disablon terdiri dari beberapa warna atau full color. 


2. Offset 
gambar : google.com
Offset merupakan jenis percetakan yang menggunakan mesin. Mesin offset memiliki kapasitas untuk mencetakn atau memproduksi produk cetak yang berbahan baku kertas. Bidang pengerjaan offset meliputi brosur, amplop, kop surat, buku, majalah, produk berbahan dasar kertas & karton (seperti kotak nasi dan paper bag). Offset sangat cocok untuk kegiatan cetak dalam jumlah banyak, seperti 5.000p exp atau lebih.


3. Digital Printing

Gambar : google.com
Digital printing kini sudah menjamur bahkan di setiap kota. Digital printing memiliki kapasitas cetak yang tidak hanya berbahan kertas atau karton saja, namun juga dapat digunakan untuk memproduksi atau mencetak spanduk, baner, umbul-umbul, stiker merk mobil. Hadirnya digital printing tentu memberikan banyak kemudahan, karena digital printing dapat melayani pemesanan dalam jumlah kecil. Bahkan satu lembarpun bisa dikerjakan. Akan tetapi bila Anda membutuhkan cetakan dalam jumlah banyak digital bukanlah pilihan yang efektif. 


4. Rotogravure

Gambar: google.com
Istilah rotogravure tidak banyak diketahui orang karena selama ini digital printing dan offset jauh lebih familiar bagi pengguna jasa cetak dan orang awam. Rotogravure merupakan jenis cetak yang menggunakan mesin untuk jumlah besar dengan bahan dasar plastik. Teknik cetak ini dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu mencetak plastik dengan tinta di atas, dan mencetak plastik dengan tinta posisi di tengah karena dilapisi oleh bahan plastik yang lain - seperti laminasi pada kertas (bedanya 2 macam bahan plastik yang direkatkan menjadi satu kesatuan). Sebagai contoh kemasan mie instan, dan juga kemasan makanan atau produk bahan makanan yang diproduksi oleh pabrik. 


5. Flexo

Gambar : google.com

Flexo merupakan  proses atau kegiatan cetak yang dilakukan dengan mesin yang menggunakan bahan dalam bentuk roll. Berbeda dengan offset, digital printing, dan sablon lebih banyak menggunakan bahan berupa lembaran terpisah. Contoh produk hasil cetak flexo, yaitu koran, kardus kemasan corrugated (single maupun double wall). Kelebihan flexo adalah bahan tinta yang jauh lebih murah bila dibanding offset karena bisa mencetak dalam bentuk roll yang lebih banyak menghemat pemakaian bahan baku.



0 Response to "Mengenal Jenis-jenis Usaha Percetakan"

Post a Comment