Perbedaan Warna Spot dan Warna Proses (CMYK)

Warna Spot dan Warna Proses (CMYK) dalam Dunia Offset

Warna spot dan warna proses ini merupakan istilah dalam dunia percetakan offset yang berfungsi untuk memvisualkan atau menghasilkan warna cetakan sesuai dengan warna desain. Dua bentuk warna ini adalah warna yang paling banyak digunakan dalam industri percetakan. Warna spot dan warna proses ini memiliki kelebihan masing-masing dengan tujuan tertentu sesuai kebutuhan. 

Contoh Hasil Cetakan Fullcolor (CMYK) 

Warna standar yang digunakan dalam proses cetak offset adalah warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, key / Black). Dalam cetak offset warna CMYK ini seringkali diistilahkan sebagai warna proses, karena warna hasil cetakan diperoleh dari penggabungan warna-warna CMYK tersebut. Penggabungan keseluruhan warna-warna CMYK ini berlaku jika konsep desain yang akan dicetak adalah fullcolor. 

Jika konsep yang akan dicetak hanya satu atau dua warna saja, maka bisa menggunkan satu atau menggabungkan di antara warna-warna CMYK. Namun dalam kasus tertentu jika menginginkan warna lain, yang warna CMYK hasilkan kurang masksimal atau bahkan tidak ada, maka Warna Spot atau warna spesial ini bisa menjadi solusinya. Bagi operator cetak terkadang mengistilakannya dengan Tinta Khusus.  

Secara sederhana, bahwa warna proses adalah penggabungan dari warna-warna CMYK. Sedangkan Warna Spot adalah warna khusus (tinta khusus) yang tidak bisa dihasilkan sempurna oleh warna proses, seperti warna pantone, gold, silver, atau metalik.

Perbedaan Cetak menggunakan Warna Spot dan Warna Proses

Warna Proses

  • Tinta menggunakan 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black).
  • Warna yang dihasilkan adalah perkiraan (mendekati). 
  • Harga standar.
Warna Spot
  • Warna yang dihasilkan dapat sesuai dengan desain
  • Warna lebih akurat (karena hanya satu tinta yang perlu di-adjust dibanding CMYK yang harus meng-adjust dua tinta atau lebih)
  • Harga tentu lebih mahal.
Cetak menggunakan tinta khusus ini sebenarnya digunakan untuk memvisualkan bagian-bagian pada desain yang dianggap penting, namun tidak dapat dihasilkan secara sempurna oleh tinta dengan proses CMYK. Misalnya untuk nama brand, logo, dan sebagainya. Warna-warna kuat seperti metalik, emas, perak, putih, adalah beberapa contoh warna yang biasanya tidak maksimal atau bahkan tidak bisa dicetak menggunakan kombinasi warna CMYK. Meskipun untuk warna-warna yang berpenar atau bercahaya (silver, metalik, emas / gold) ini bisa diakali menggunakan teknik finishing hotstamp atau foil. Tetapi teknik ini bukanlah satu rangkain dalam proses pada mesin cetak offset.

Contoh Cetakan dengan Warna Khusus
Ada beberapa alasan penggunaan warna spot / warna khusus dalam proses cetak offset, seperti:
  • Untuk mendapatkan warna-warna yang lebih terang atau yang tidak dapat dicapai dengan warna CMYK.
  • Sebagai Brand color atau identitas produk atau perusahaan. 
  • Sebagai security agar tidak mudah untuk diduplikat. 
  • Menghemat jumlah warna atau tinta yang digunakan. Misalnya, untuk mendapatkan warna hijau, tentu akan lebih hemat dengan menggunakan tinta hijau saja dari pada menggunakan perpaduan warna Cyan dan Yellow.
Jika Anda memiliki kebutuhan cetak berkas, cetak kalender, cetak brosur, cetak paper bag, cetak kemasan, cetak buku baik itu dengan Warna CMYK maupun Warna Spot / Khusus, bisa menghubungi 0878.5785.7767. | hdkreasi.com

0 Response to "Perbedaan Warna Spot dan Warna Proses (CMYK)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel